1. Kalau Belum Makan Nasi Ya Belum Makan.
Bagi orang Indonesia, terutama yang sudah senior, jika belum makan nasi, berarti belum makan. Meskipun Anda sudah makan roti cokelat empat lapis, atau pancake dua porsi, jika belum makan nasi, berarti belum makan.
Pola makan ini disebabkan karena orang Indonesia sangat tergantung pada nasi sebagai makanan pokok. Bahkan ada kepercayaan bahwa jika tidak makan nasi bisa sakit. Padahal tidak juga, nasi bisa diganti dengan mie, roti, jagung, kentang dan sebagainya. Tapi ya.. nasi goreng, nasi Padang, nasi uduk tetap jadi primadona.
2. Makanan Paling Enak Dimakan Terakhir.
Satu hal aneh tentang pola makan di Indonesia adalah kebiasaan menikmati makanan paling enak di akhir. Misalnya saja Anda datang ke pernikahan teman, ada hidangan capcay, nasi goreng, dan ayam lapis. Biasanya, capcay dan nasi goreng dimakan terlebih dahulu, sedangkan ayam lapis dimakan terakhir. Mungkin slogannya adalah
save the best for the last.
Bahkan yang lebih aneh, ada lho orang yang makan burger dipisah-pisah. Jadi rotinya dimakan terlebih dulu bersama sayurnya, sedangkan dagingnya dimakan belakangan. Jika ditanya kenapa begitu, jawabannya pasti "Yang enak dimakan terakhir,". Padahal cara makan seperti ini bikin para bule bingung.
3. Mie Instan Dicampur Nasi.
Yuhuuu..
Siapa nih yang suka makan mie instan dicampur nasi? Mungkin kebiasaan ini hanya terjadi di Indonesia. Mie instan yang enak tidak perlu tambahan apa-apa lagi, dan agar lebih kenyang, tambahkan saja nasi. Kebiasaan seperti ini sering dilakukan anak kos, pegawai yang sibuk, masa-masa akhir bulan atau ibu rumah tangga yang tidak sempat membuat sarapan.
Padahal, pola makan ini sangat tidak sehat. Nasi dan mie instan sama-sama mengandung karbohidrat. Tingginya kalori dan karbohidrat berlebih bisa menaikkan indeks glikemik, sehingga gula dalam darah naik secara berlebih. Hanya makan karbohidrat juga tidak baik, karena tubuh tidak hanya butuh rasa enak, tetapi juga protein, serat, vitamin, mineral dll
4.Apapun Makannya,
Lebih Enak Pakai Sambal.
Tahukah Anda, para bule selalu heran mengapa orang Indonesia sangat suka makanan pedas dan sambal. Kebiasaan makan sambal ini sudah ada sejak zaman dulu, rasanya semua makanan lebih enak jika dimakan pakai sambal. Selera makan jadi meningkat drastis, tak ada sambal rasanya ada yang kurang. Tidak heran jika berbagai keripik pedas makin banyak penggemarnya.
Selain itu, ada puluhan jenis sambal di Indonesia, mulai dari sambal terasi, sambal bawang, sambal dabu-dabu, sambal cabe ijo dan masih banyak lagi. Bahkan lauk yang sederhana seperti tahu atau tempe goreng akan lebih enak jika dimakan pakai sambal. Apalagi.. jika makan nasi hangat, ikan asin dan sambal pedas. Aduh enaknya.
5. Makan Ramai-Ramai Rasanya Lebih Enak.
Makan nggak makan yang penting kumpul. Orang Indonesia memang sangat menjunjung tinggi sosialisasi di atas segalanya. Mau makannya hanya nasi, kecap dan tahu tempe, rasanya pasti jauh lebih enak jika dimakan ramai-ramai ketimbang makan ayam goreng sendirian.
Tidak ada yang tahu mengapa fenomena ini terjadi, masih menjadi misteri. Tapi Anda pasti pernah dong menikmati serunya makan ramai-ramai, walaupun suasana bukan di restoran bintang lima, makan nasi goreng di pinggir jalan bersama keluarga dan teman terasa lebih hangat dan berkali-kali lebih enak.
Belajar Internet Marketing Pemula | Belajar Afiliasi Marketing | Belajar SEO Pemula | Belajar Optimasi
24/11/13
02/10/13
Jangan rusak Trowulan, tolak pabrik baja, tetapkan cagar budaya! #saveTrowulan
Trowulan adalah situs kota Majapahit. Pusaka masa kerajaan Majapahit. Sejak tercatat dalam karya Thomas Stamford Raffles, The History of Java, tak hanya masyarakat Jawa dan Bali yang memiliki keterikatan dengan leluhur masa itu, tapi juga masyarakat dunia.
Jika saat ini melihat situs kota pusaka itu, sulit rasanya percaya kebesaran kerajaan ini atau cerita kemegahan istananya dari sumber–sumber Jawa Kuna, Cina, dan Eropa. Nyaris tak berbekas. Kerusakan dan pengrusakan terus terjadi di situ. Sampai hari ini.
Bahkan kini tengah dirancang pendirian pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja, persis di kawasan situs Majapahit di Jalan Raya Mojokerto - Jombang, Trowulan, Mojokerto.
Tapi belum terlambat jika kita bergerak. Bantu kami ya menandatangani dan menyebar petisi ini, agar Trowulan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya dan tidak hancur karena pendirian pabrik baja.
Bagaimana pun, ada harapan besar bahwa pusaka-nya masih bisa ditemukan. Seperti pusaka kerajaan di Asia Tenggara era kerajaan Majapahit: dari kerajaan Ayutthaya di Thailand sampai kerajaan Khmer di Kamboja. Kebesarannya masih terasa saat kita mendatangi situs (ibu) kota-nya.
Kebesaran kerajaan ini ikut menginspirasi pendiri bangsa Indonesia. Muhammad Yamin yang berasal Sumatera, adalah penganjur paling terkemuka tentang pentingnya rasa kebangsaan yang merujuk pada warisan kejayaan masa lalu: kebesaran Majapahit.
Rasa kebangsaan mendapat suntikan pemikiran besar bahwa pernah di suatu masa, kekuasaan bangsanya meliputi wilayah yang luas, melampaui batas wilayah Hindia Belanda.
Sekali lagi, bantu ya sebar petisi ini agar terkumpul banyak suara penyelamatan situs bersejarah ini. Desak Bupati Mojokerto, Kepala BPCB dan Gubernur Jatim, juga untuk membatalkan rencana pendirian pabrik baja di atas kawasan itu.
Kawasan Pusaka Majapahit tidak hanya berkaitan dengan temuan arkeologis, tapi juga penerapan tata ruang yang memperhatikan keharmonisan pusaka dalam rencana tata kawasan, langgam arsitektur, kelestarian lingkungan, kegiatan budaya yang berkualitas, dan berbagai aspek sebagaimana layaknya Kota Pusaka. Jadi, rasanya keliru besar jika tiba-tiba sebuah pabrik baja akan didirikan di atas kawasan ini.
Terima kasih! #saveTrowulan
Silahkan Ikuti Petisi Online untuk Selamatkan Trowulan #SaveTrowulan di sini : Petisi Online
Jika saat ini melihat situs kota pusaka itu, sulit rasanya percaya kebesaran kerajaan ini atau cerita kemegahan istananya dari sumber–sumber Jawa Kuna, Cina, dan Eropa. Nyaris tak berbekas. Kerusakan dan pengrusakan terus terjadi di situ. Sampai hari ini.
Bahkan kini tengah dirancang pendirian pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja, persis di kawasan situs Majapahit di Jalan Raya Mojokerto - Jombang, Trowulan, Mojokerto.
Tapi belum terlambat jika kita bergerak. Bantu kami ya menandatangani dan menyebar petisi ini, agar Trowulan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya dan tidak hancur karena pendirian pabrik baja.
Bagaimana pun, ada harapan besar bahwa pusaka-nya masih bisa ditemukan. Seperti pusaka kerajaan di Asia Tenggara era kerajaan Majapahit: dari kerajaan Ayutthaya di Thailand sampai kerajaan Khmer di Kamboja. Kebesarannya masih terasa saat kita mendatangi situs (ibu) kota-nya.
Kebesaran kerajaan ini ikut menginspirasi pendiri bangsa Indonesia. Muhammad Yamin yang berasal Sumatera, adalah penganjur paling terkemuka tentang pentingnya rasa kebangsaan yang merujuk pada warisan kejayaan masa lalu: kebesaran Majapahit.
Rasa kebangsaan mendapat suntikan pemikiran besar bahwa pernah di suatu masa, kekuasaan bangsanya meliputi wilayah yang luas, melampaui batas wilayah Hindia Belanda.
Sekali lagi, bantu ya sebar petisi ini agar terkumpul banyak suara penyelamatan situs bersejarah ini. Desak Bupati Mojokerto, Kepala BPCB dan Gubernur Jatim, juga untuk membatalkan rencana pendirian pabrik baja di atas kawasan itu.
Kawasan Pusaka Majapahit tidak hanya berkaitan dengan temuan arkeologis, tapi juga penerapan tata ruang yang memperhatikan keharmonisan pusaka dalam rencana tata kawasan, langgam arsitektur, kelestarian lingkungan, kegiatan budaya yang berkualitas, dan berbagai aspek sebagaimana layaknya Kota Pusaka. Jadi, rasanya keliru besar jika tiba-tiba sebuah pabrik baja akan didirikan di atas kawasan ini.
Terima kasih! #saveTrowulan
Silahkan Ikuti Petisi Online untuk Selamatkan Trowulan #SaveTrowulan di sini : Petisi Online
INI ALASAN PEMERINTAHAN AS DITUTUP
Pemerintah Amerika Serikat mulai melakukan penutupan sebagian kantor setelah Partai Republik menolak menyepakati anggaran dengan mengatakan mereka baru sepakat bila reformasi kesehatan Presiden Obama ditunda. Kebuntuan ini terjadi setelah dua majelis di Kongres gagal menyepakati anggaran baru. Mengapa ini bisa terjadi?
Hal ini terkait dengan pergulatan politik antara Partai Republik - yang menguasai majelis rendah, Dewan Perwakilan Rakyat, serta Demokrat yang memiliki mayoritas di majelis atas, Senat. Karena tidak ada kesepakatan antara dua majelis terkait anggaran federal, Kongres AS, gagal meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir tanggal 30 September.
Sejak pemilihan Presiden Obama, dua partai tidak pernah meraih resolusi tentang anggaran Amerika Serikat yang diperpanjang selama beberapa bulan. Partai Republik pernah menggunakan batas waktu anggaran ini untuk mendapatkan kepentingan politik terkait kebijakan yang alot. Isu kunci kali ini adalah program reformasi pelayanan kesehatan Obama. Partai Republik - yang menguasasi DPR- menghapus anggaran untuk itu atau menunda. Langkah ini kemudian ditolak oleh Senat.
31/08/13
keram betis
yang sering mengalami keram betis coba deh tips satu ini,
1/2 gelas air putih,
1/2 gelas jus tomat,
1/4 peasan jeruk nipis,
1 sdm perasan jeruk lemon
garam secukupnya.
Minum deh (ngutip dari tips DR. OZ indonesia)
23/04/13
Rokok, Zakat, Spiritual Bisnis dan Kisah Nyata
Di Indonesia peminat kebiasaan merokok saat ini mencapai kurang
lebih hingga 60 juta orang (36% dari jumlah penduduk yang ada).
Sementara 43 juta anak dan remaja siap-siap menjadi perokok pemula,
apalagi dengan gaya hidup yang ada sekarang ini dimana anak-anak
dibiasakan makan makanan “junk food” atau restoran siap saji dari Barat maka pertumbuhan hormon mereka lebih cepat sehingga di usia SD sudah mencapai akil baligh. Ini membuat mereka mulai coba-coba mengisap rokok.
Tahukah Anda berapa banyak biaya promosi yang di keluarkan oleh perusahaan-perusahaan rokok agar orang mau merokok atau menjadikan kebiasaan merokok menjadi gaya hidup masyarakat? Mencapai Rp.5 Trilliyun pertahun, Angka yang luar biasa. Biaya ini tidak hanya untuk iklan di TV, Koran, radio, makalah, billboard dan internet tapi juga menjadi sponsor-sponsor acara seperti olahraga, music dan event lainnya. Aneh yak ok olah raga yang tujuannya membuat orang sehat tapi sponsor utamanya malah perusahaan rokok yang membuat orang tidak sehat? Habis uang mereka banyak sih, Dari mana mereka dapat uang banyak? Ya dari para pembeli rokok .
Kalau saja seorang perokok menghabiskan Rp.10.000 /hari untuk merokok, maka dalam setahun (365 hari) uang yang mereka habiskan untuk membeli rokok mencapai Rp. 3.650.000,-. Kalau ada 60 juta perokok maka uang yang dibelanjakan oleh mereka untuk membeli rokok mencapai
Rp.219.000.000.000.000,-(Rp.220 Trilliyun).
Ironisnya dari 60 juta perokok itu 90%nya adalah rakyat miskin, sehingga sebuah harian nasional pernah menulis , pengusaha rokok menjadi kaya dari penderitaan orang miskin. Pengusaha rokok harta kekayaannya rmencapai trililyunan rupiah sementara jumlah orang miskin di Indonesia terus bertambah. Ada kejadian tragis di kampung kami di mana seorang ibu yang menderita penyakit kelebihan darah putih akhirnya menghembuskan nafas terakhir sebelum sempat dibawa ke rumah sakit karena tidak punya dana untuk berobat. Dan suaminya adalah seorang perokok.
Dari sisi agama perokok akan mewariskan generasi yang mubazir, kufur dan penuh maksiat.Karena orang yang perokok adalah orang yang mengikuti langkah-langkah syaitan sedangkan syaitan adalah golongan yang kufur (ingkar) kepda Alloh dan senang melakukan dosa (maksiat).
Firman Allah di dalam Al-Qur’an Surat 2 (Al-Baqoroh) ayat : 168
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
ZAKAT
Saat ini jumlah umat Islam di Indonesia yang menjadi muzzaki(yang membayar zakat) tidak sampai 10 juta orang dan itu pun bisa naik juga bisa turun. Kampanye agar umat Islam berzakat tak pernah terdengar gencar kalau pun ada itu hanya dilakukan oleh badan amil zakat milik kelompok masyarakat bukan dari pemerintah(Baznas).Zakat yang dapat dihimpun oleh para Badan Amil Zakat ini pun baru mencapai Rp.1,5 Trilliyun /tahun.Berdasarkan sampel sembilan lembaga pengelola zakat besar periode 2004-2008 pertumbuhan rata-rata pertahun penghimpunan dana zakat sekitar 52 %.
Walaupun Nilai zakat sendiri Cuma 2,5% namun nilai yang sedikit itu akan membawa keberkahan, ketenangan dan kesucian atas harta dan jiwa.
Nah sekarang bandingkan dengan pengeluaran yang kita keluarkan untuk kesenangan pribadi dan keluarga yang sifatnya hanya kesenangan duniawi? Makan di restoran, nonton bioskop, jalan-jalan ke luar negeri. Belanja ke mall berapa jbanyak uang yang dihabiskan setiap bulan?
Itu dari sisi orang kaya , kalau dari sisi pegawai ataupun pekerja sektor informal seperti buruh pabrik. tukang ojek, buruh tani, pedagang asongan dll kemana hasil pendapatan mereka dihabiskan? Hampir 30% untuk membeli rokok. Kalau seandainya uang untuk membeli rokok bisa mereka tabung dan zakatkan selama 10 tahun saja, tentu nasib mereka akan berubah lebih baik.
Ilustrasi sebagai berikut :
* 1 bulan uang buat beli rokok Rp.300.000,-
* Ditabung Rp.275.000. Diniatkan untuk zakat,infak,sedekah Rp.25.000,-
* Dalam 1 tahun tabungan mencapai = Rp.275.000,- x 12 = Rp.3,300.000,-
* Kalau dalam 10 tahun bisa mencapai 33.000.000,-(Itu baru pokoknya saja belunm ditambah bunga/bagi hasil dari bank).
SPIRITUAL BISNIS : Investasi Sekaligus Beramal
Kalau Anda menyimpan uang Anda di Bank tentu bagi hasilnya mungkin cuma 12% setahun atau bahkan kurang .Bagaimana kalau Anda coba investasikan di Spiritualbisnis.com ? Hasilnya bisa menjadi 3.000 x lipat.
Caranya Anda cukup beli produk vcd Muhasabah Kehidupan produksi IQ Media Production,melalui website :Spiritual.com seecara belanja online.seharga Rp.75.000,-(Sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia).Cuplikan vcdnya bisa di lihat di : http://www.youtube.com/watch?v=TdY10B8z5QQ ) seharga Rp.75.000,-(Sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia ).
Kalau Anda belanja sendiri, maka Anda hanya mendapatkan produk.Tapi kan Anda tidak hidup sendiri di dunia ini? Anda punya berapa orang kawan ? Di Facebook saja bisa mencapai 5000 orang. Katakanlah Anda hanya punya 10 orang teman dan Anda bisa mengajak 10 orang tersebut untuk berinvestasi di spiritual-bisnis.com seperti Anda.Caranya cukup mengundang mereka untuk masuk ke website replika Anda http://spiritual-bisnis.com/?reg=user ID Anda, Dan jika mereka membeli produk VCD Muhasabah Kehidupan tersebut, maka Anda akan mendapatkan bonus sebesar Rp.50.000,-.
Kemudian jika mereka bisa mengajak lagi teman-teman mereka masing-masing 10 orang, maka jumlah teman Anda akan terus bertambah. Lama-lama (sekitar 4-5 bulan) jumlahnya akan menjadi 100.000 orang teman. Dan bonus yang Anda dapatkan bisa mencapai Rp.222.250.000,-
Ini bukan hal yang mustahil. Uang tabungan Anda yang setahun tetap Rp,3,300.000,- tapi ada tambahan dari investasi di spiritual-bisnis.com sebesar Rp.222.250.000,- Wah hanya dengan uang zakat, infaq, sedekah yang Rp.25.000,- sebulan, uang Anda bertambah 3000 kali lipat.
Maka berhentilah merokok dan alihkan untuk Zakat, Infaq, Sedekah !
KISAH NYATA : Jawaban Sederhana Penuh Makna
Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik–rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?
“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun.
Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita– cita penyempurnaan iman “.
“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.
“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi
dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :
1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.
2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.
Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.
Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.
Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.
“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.
diambil dari sumber : http://spiritual-bisnis.com/tausyiah/rokok-zakat-spiritual-bisnis-dan-kisah-nyata.html
Tahukah Anda berapa banyak biaya promosi yang di keluarkan oleh perusahaan-perusahaan rokok agar orang mau merokok atau menjadikan kebiasaan merokok menjadi gaya hidup masyarakat? Mencapai Rp.5 Trilliyun pertahun, Angka yang luar biasa. Biaya ini tidak hanya untuk iklan di TV, Koran, radio, makalah, billboard dan internet tapi juga menjadi sponsor-sponsor acara seperti olahraga, music dan event lainnya. Aneh yak ok olah raga yang tujuannya membuat orang sehat tapi sponsor utamanya malah perusahaan rokok yang membuat orang tidak sehat? Habis uang mereka banyak sih, Dari mana mereka dapat uang banyak? Ya dari para pembeli rokok .
Kalau saja seorang perokok menghabiskan Rp.10.000 /hari untuk merokok, maka dalam setahun (365 hari) uang yang mereka habiskan untuk membeli rokok mencapai Rp. 3.650.000,-. Kalau ada 60 juta perokok maka uang yang dibelanjakan oleh mereka untuk membeli rokok mencapai
Rp.219.000.000.000.000,-(Rp.220 Trilliyun).
Ironisnya dari 60 juta perokok itu 90%nya adalah rakyat miskin, sehingga sebuah harian nasional pernah menulis , pengusaha rokok menjadi kaya dari penderitaan orang miskin. Pengusaha rokok harta kekayaannya rmencapai trililyunan rupiah sementara jumlah orang miskin di Indonesia terus bertambah. Ada kejadian tragis di kampung kami di mana seorang ibu yang menderita penyakit kelebihan darah putih akhirnya menghembuskan nafas terakhir sebelum sempat dibawa ke rumah sakit karena tidak punya dana untuk berobat. Dan suaminya adalah seorang perokok.
Dari sisi agama perokok akan mewariskan generasi yang mubazir, kufur dan penuh maksiat.Karena orang yang perokok adalah orang yang mengikuti langkah-langkah syaitan sedangkan syaitan adalah golongan yang kufur (ingkar) kepda Alloh dan senang melakukan dosa (maksiat).
Firman Allah di dalam Al-Qur’an Surat 2 (Al-Baqoroh) ayat : 168
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
ZAKAT
Saat ini jumlah umat Islam di Indonesia yang menjadi muzzaki(yang membayar zakat) tidak sampai 10 juta orang dan itu pun bisa naik juga bisa turun. Kampanye agar umat Islam berzakat tak pernah terdengar gencar kalau pun ada itu hanya dilakukan oleh badan amil zakat milik kelompok masyarakat bukan dari pemerintah(Baznas).Zakat yang dapat dihimpun oleh para Badan Amil Zakat ini pun baru mencapai Rp.1,5 Trilliyun /tahun.Berdasarkan sampel sembilan lembaga pengelola zakat besar periode 2004-2008 pertumbuhan rata-rata pertahun penghimpunan dana zakat sekitar 52 %.
Walaupun Nilai zakat sendiri Cuma 2,5% namun nilai yang sedikit itu akan membawa keberkahan, ketenangan dan kesucian atas harta dan jiwa.
Nah sekarang bandingkan dengan pengeluaran yang kita keluarkan untuk kesenangan pribadi dan keluarga yang sifatnya hanya kesenangan duniawi? Makan di restoran, nonton bioskop, jalan-jalan ke luar negeri. Belanja ke mall berapa jbanyak uang yang dihabiskan setiap bulan?
Itu dari sisi orang kaya , kalau dari sisi pegawai ataupun pekerja sektor informal seperti buruh pabrik. tukang ojek, buruh tani, pedagang asongan dll kemana hasil pendapatan mereka dihabiskan? Hampir 30% untuk membeli rokok. Kalau seandainya uang untuk membeli rokok bisa mereka tabung dan zakatkan selama 10 tahun saja, tentu nasib mereka akan berubah lebih baik.
Ilustrasi sebagai berikut :
* 1 bulan uang buat beli rokok Rp.300.000,-
* Ditabung Rp.275.000. Diniatkan untuk zakat,infak,sedekah Rp.25.000,-
* Dalam 1 tahun tabungan mencapai = Rp.275.000,- x 12 = Rp.3,300.000,-
* Kalau dalam 10 tahun bisa mencapai 33.000.000,-(Itu baru pokoknya saja belunm ditambah bunga/bagi hasil dari bank).
SPIRITUAL BISNIS : Investasi Sekaligus Beramal
Kalau Anda menyimpan uang Anda di Bank tentu bagi hasilnya mungkin cuma 12% setahun atau bahkan kurang .Bagaimana kalau Anda coba investasikan di Spiritualbisnis.com ? Hasilnya bisa menjadi 3.000 x lipat.
Caranya Anda cukup beli produk vcd Muhasabah Kehidupan produksi IQ Media Production,melalui website :Spiritual.com seecara belanja online.seharga Rp.75.000,-(Sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia).Cuplikan vcdnya bisa di lihat di : http://www.youtube.com/watch?v=TdY10B8z5QQ ) seharga Rp.75.000,-(Sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia ).
Kalau Anda belanja sendiri, maka Anda hanya mendapatkan produk.Tapi kan Anda tidak hidup sendiri di dunia ini? Anda punya berapa orang kawan ? Di Facebook saja bisa mencapai 5000 orang. Katakanlah Anda hanya punya 10 orang teman dan Anda bisa mengajak 10 orang tersebut untuk berinvestasi di spiritual-bisnis.com seperti Anda.Caranya cukup mengundang mereka untuk masuk ke website replika Anda http://spiritual-bisnis.com/?reg=user ID Anda, Dan jika mereka membeli produk VCD Muhasabah Kehidupan tersebut, maka Anda akan mendapatkan bonus sebesar Rp.50.000,-.
Kemudian jika mereka bisa mengajak lagi teman-teman mereka masing-masing 10 orang, maka jumlah teman Anda akan terus bertambah. Lama-lama (sekitar 4-5 bulan) jumlahnya akan menjadi 100.000 orang teman. Dan bonus yang Anda dapatkan bisa mencapai Rp.222.250.000,-
Ini bukan hal yang mustahil. Uang tabungan Anda yang setahun tetap Rp,3,300.000,- tapi ada tambahan dari investasi di spiritual-bisnis.com sebesar Rp.222.250.000,- Wah hanya dengan uang zakat, infaq, sedekah yang Rp.25.000,- sebulan, uang Anda bertambah 3000 kali lipat.
Maka berhentilah merokok dan alihkan untuk Zakat, Infaq, Sedekah !
KISAH NYATA : Jawaban Sederhana Penuh Makna
Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik–rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?
“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun.
Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita– cita penyempurnaan iman “.
“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.
“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi
dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :
1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.
2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.
Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.
Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.
Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.
“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.
diambil dari sumber : http://spiritual-bisnis.com/tausyiah/rokok-zakat-spiritual-bisnis-dan-kisah-nyata.html
21/03/13
Stasiun Kereta Sebesar Bandara Soekarno Hatta di Beijing
Nama Stasiunnya Beijing South Railway Station.
Stasiun yang beroperasi mulai 1 Agustus 2012 lalu ini memiliki luas hingga 32.000 meter persegi.
Dengan luas itu, bisa dikatakan bahwa luas stasiun kereta ini mengalahkan luas Terminal III Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng.Sebagai stasiun terbesar di Asia, stasiun ini cukup untuk dimasuki sebuah pesawat terbang jenis Boeing 747 dan mempunyai atap yang luasnya sama dengan 24 kali luas lapangan sepakbola. Dengan Luas ini, saat ini menjadikannya sebagai Stasiun Kereta Api terbesar di Asia. Kesan mewah dan megah sudah terlihat dari luar stasiun. Stasiun ini dilingkari oleh lintasan jembatan layang yang semakin memberikan kemegahan Beijing South Railway Station.
Dan yang sangat menarik nih ...sang Arsitek perancang Stasiun ini memakai konsep GO GREEN yang ramah lingkungan.
Sehingga stasiun yang tinggi atapnya hingga 40 meter ini menggunakan Tenaga Matahari (Solar Energy) sebagai sumber daya utama untuk mendapatkan tenaga listrik yang dipakai untuk mengoperasikan keseluruhan aktifitas di stasiun kereta api ini. Tidak tanggung-tanggung gan, stasiun ini dipasangkan setidaknya 3.246 buah Panel Surya (SOLAR CELL) untuk mencukupi kebutuhan listrik di stasiun ini.
Dalam satu jam, stasiun ini bisa memberangkatkan 30.000 penumpang ke berbagai tujuan dan hebatnya, mereka cuma butuh tenaga kerja sebanyak 300 orang pegawai dengan gaji 4000-6000 Yuan (atau sekitar Rp 6.250.000 - Rp 9.375.000) untuk mengoperasikan stasiun terbesar ini. Khusus untuk kepala stasiun harus lulusan S3 gan, yang terlebih dahulu mendapat pendidikan dan ujian.
sumber
sumber
Langganan:
Komentar (Atom)

